Di Balik Kemegahan Bangunan: Kolaborasi Seorang Arsitek dan Insinyur

Pernahkah kalian melihat dan mengamati gedung indah menjulang tinggi yang memaku bumi di tanah Jakarta? Apa yang terlintas di pikiran kalian? Mungkin pertanyaan seperti, “Siapa yang desain dan bangun sebagus ini, ya?” adalah pertanyaan yang sering muncul pertama kali.

Bangun Semangat, Pak! | Sumber: Quora
Bangun Semangat, Pak! | Sumber: Quora

Sama halnya dengan bangunan mega struktur di dunia, seperti Terusan Panama yang membelah daratan dan menghubungkan laut, Tembok Raksasa China yang begitu panjang dan kokoh, dan Burj Khalifa sang pencakar langit yang tinggi memuncak.

Mereka terkenal dan menjadi bangunan ikonik karena tampilan desainnya yang luar biasa indah, megah, dan tentunya memukau. Namun dibalik itu semua, pernahkah terlintas sebuah pertanyaan, “Bagaimana desain awal yang tadinya hanya rencana, dapat dibangun dan terwujud, ya?”. Dari sinilah mulai tergambar pembagian dua peran seorang arsitek dan insinyur, yang kerap kali dipandang tidak sejalan, padahal nyatanya prinsip dasar seorang arsitek dan insinyur tidaklah jauh berbeda.

Terusan Panama | Sumber: Bing
Tembok Raksasa China | Sumber: Bing

Siapa itu arsitek?
Berdasarkan UU No. 7 Tahun 2017, arsitek adalah seseorang yang melakukan praktik arsitek. Praktik arsitek adalah kegiatan menghasilkan sebuah karya arsitektur yang turut meliputi perencanaan, perancangan, pengawasan, serta pengkajian untuk bangunan gedung dan lingkungannya, juga penataan kawasan kota. Di dalam dunia arsitektur, penerapan ilmu teknologi bersamaan dengan seni, juga harus memenuhi kaidah fungsi, kaidah konstruksi, kaidah estetika yang mecakup faktor-faktor keselamatan, keamanan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Lalu, seorang insinyur?
Seorang insinyur di dalam PP No. 25 Tahun 2018, adalah seseorang yang memiliki gelar profesi dalam bidang keinsinyuran, yang merupakan kegiatan teknik dengan penguasaaan keahlian dan ilmu pengetahuan teknologi, untuk nilai tambah dan keberlanjutan. Penguasaan keahlian ini tetap
dengan memerhatikan aspek-aspek keselamatan, kesehatan, kemaslahatan hidup, serta kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Seorang arsitek cenderung melihat lebih dalam sebuah desain bangunan agar tampak nyaman dan aman, memiliki nilai estetika, serta tepat guna. Sedangkan seorang insinyur lebih menitikberatkan pada analisis, aspek teknis, untuk mewujudkan bangunan yang aman dan nyaman, memiliki konsep keandalan, dan juga memerhatikan dampak terhadap lingkungan.

Di dalam PP No. 16 Tahun 2021 juga dijelaskan mengenai keandalan sebuah bangunan yang wajib memenuhi aspek-aspek keselamatanm, kesehatan, keamanan dan kemudahan. Aspek dan nilai-nilai ini sejatinya wajib dipenuhi baik oleh seorang arsitek mapupun seorang insinyur. Nilai-nilai tersebut, baik dari segi estetika maupun fungsional, harus bersamaan hadir di dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan.

Desain yang baik akan turut memperhitungkan keandalan bangunan, dan tidak fokus pada estetika saja. Begitu pula dengan pelaksanaan yang baik, bagaimana mewujudkan sebuah desain sesuai yang direncanakan, dengan tetap memerhatikan segi kekuatan dan keamanan. Tetapi, ada 1 desain yang perncah direncanakan dengan konsep luar biasa ambisius dan futuristik, namun tampak sulit, bahkan terkesan mustahil untuk diwujudkan. Mengapa demikian?

Gedung Melayang.. | Sumber: Bing

Gedung yang melayang? Yap. benar, ini adalah ilustrasi dari desain sebuah bangunan, bernama Analemma Tower. Dilansir dari cloudsao.com, Analemma Tower adalah sebuah desain pencakar langit konseptual yang diusulkan oleh Clouds Architecture Office, dengan membayangkan sebuah bangunan yang tergantung dari asteroid di luar angkasa, diikat dengan tali baja sepanjang 500km ke asteroid, dan sama sekali tidak memerlukan pondasi apapun ke dalam tanah atau daratan.

Tali Baja Mengikat ke Asteroid | Sumber: Bing

Untuk sekarang desain ini memang terlihat mustahil. Tetapi, selama ini tak jarang kita temui keajaiban rekayasa teknis dalam dunia konstruksi yang awalnya tampak tidak mungkin, namun ternyata dapat terwujudkan. Mungkin sejatinya, desain Analemma Tower ini bukan mustahil untuk diwujudkan di masa depan. Dengan mengikuti perkembangan teknologi dan kecerdasan manusia, boleh jadi Analemma Tower dapat terwujudkan melalui ide hebat dan visioner dari seorang arsitek, dengan tetap mempertimbangkan segi teknis pelaksanaan dan struktur analisis mendalam dari seorang insinyur.

Jika rencana ide desain dari seorang arsitek tetap memerhitungkan struktur dan juga keandalan sebuah bangunan, maka bukan hal yang mustahil bagi seorang insinyur untuk dapat mewujudkannya. Namun, tidak menutup kemungkinan, suatu desain akan mengalami sedikit banyak penyesuaian di dalamnya, agar diwujudkan dan dibangun dengan aman.

Pada akhirnya, banyak penghargaan diberikan kepada seorang arsitek karena mendesain bangunan agar terlihat tampak indah dan juga menarik. Sedangkan seorang insinyur, ialah seorang yang bekerja secara diam-diam, memastikan sebuah bangunan dapat berfungsi, berdiri dengan kuat dan kokoh, serta aman untuk ditinggali.

Architects design the dream, civil engineers build the reality.”

Penulis: Syaqy Permata Fadilah

Artikel lainnya

2

2